Diskusi Publik Belajar Ekonomi-Politik: Mengenal Teori Nilai Kerja

 

 

Hubungan industrial dalam sistem kapitalisme global masih menunjukkan relasi eksploitatif pemodal terhadap kaum buruh. Eksploitasi tersebut terjadi melalui mekanisme kerja dan pengupahan (wage) yang cenderung merugikan buruh. Penguasaan alat-alat produksi oleh kapitalis menjadi instrumen penghisapan buruh yang hanya mengandalkan jasa (tenaga). Pada akhirnya, akumulasi keuntungan hanya mengalir deras ke kantong-kantong kapitalis dan hanIMG_0463ya menyisihkan sedikit untuk kaum buruh sebagai nilai tukar atas jasa dalam proses produksi. Kondisi demikian menimbulkan ketimpangan sosial yang cenderung eksploitatif antara kaum pemodal (borjuis) terhadap kaum buruh (proletar). Dalam konteks itulah Jurusan Sosiologi mengadakan diskusi publik bertema Belajar ekonomi-politik: Mengenal Teori Nilai Kerja pada kamis 20 Juli 2017. Diskusi ini menghadirkan pembicara utama Intan Suwandi, PhD Sociology, University of Oregon yang memang fokus mengkaji ekonomi politik Internasional khususnya relasi modal dan buruh global.  Diskusi yang berlangsung di Laboratorium Sosiologi dari pukul 13.00-15.30 tersebut dimoderatori oleh Abdul Kodir S.Sos, M.Sosio selaku Dosen Jurusan Sosiologi Universitas Negeri Malang.

Diskusi ini dihadiri 30 lebih peserta dari kalangan aktivis, akademisi, mahasiswa dan masyarakat umum dari Malang dan sekitarnya. Intan Suwandi membuka diskusi dengan penjelasan bagaimana kondisi kapitalisme global yang semakin akut. Dia menerangkan bahwa Indonesia sendiri juga bagian dari mata rantai produksi global yang cenderung tidak menguntungkan. Intan juga membeberkan kondisi tenagIMG_0477a kerja yang memprihatinkan akibat eksploitasi oleh perusahaan-perusahaan transnasional yang merangsek ke Indonesia. Eksploitasi buruh menurutnya terjadi pada waktu jam kerja (necessary labour time) yang memberikan surplus value kepada pemodal. Penyampaiannya yang provokatif mampu memantik pertanyaan-pertanyaan dari para peserta tentang bagaimana sistem kapitalisme berlangsung di berbagai aspek kehidupan dan bagaimana jalan keluar untuk dapat lepas dari mata rantai kapitalisme global. Diskusi ini ditutup dengan pertanyaan Intan kepada peserta terkait apa yang perlu dilakukan untuk dapat mengubah struktur kapitalisme global sehingga mampu memperbaiki sistem produksi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*